Rabu, 26 Juni 2013

5 ilmuan yang masuk Islam saat melakukan penelitian SUBHANALLAH

1. Maurice Bucaille, masuk Islam karena jasad Fir’aun


Prof Dr Maurice Bucaille adalah adalah ahli bedah kenamaan Prancis dan pernah mengepalai klinik bedah di Universitas Paris. Ia dilahirkan di Pont-L’Eveque, Prancis, pada 19 Juli 1920. Kisah di balik keputusannya masuk Islam diawali pada tahun 1975.

Pada saat itu, pemerintah Prancis menawari bantuan kepada pemerintah Mesir untuk meneliti, mempelajari, dan menganalisis mumi Firaun. Bucaille lah yang menjadi pemimpin ahli bedah sekaligus penanggung jawab utama dalam penelitian.

Ternyata, hasil akhir yang ia peroleh sangat mengejutkan. Sisa-sisa garam yang melekat pada tubuh sang mumi adalah bukti terbesar bahwa dia telah mati karena tenggelam. Jasadnya segera dikeluarkan dari laut dan kemudian dibalsem untuk segera dijadikan mumi agar awet. Namun penemuan yang dilakukan Bucaille menyisakan pertanyaan: Bagaimana jasad tersebut bisa terjaga dan lebih baik dari jasad-jasad yang lain (tengkorak bala tentara Firaun), padahal telah dikeluarkan dari laut?

Bucaille lantas menyiapkan laporan akhir tentang sesuatu yang diyakininya sebagai penemuan baru, yaitu tentang penyelamatan mayat Firaun dari laut dan pengawetannya. Laporan akhirnya ini dia terbitkan dengan judul ‘Mumi Firaun; Sebuah Penelitian Medis Modern’, dengan judul aslinya, ‘Les Momies des Pharaons et la Midecine’.

Saat menyiapkan laporan akhir, salah seorang rekannya membisikkan sesuatu di telinga Bucaille seraya berkata: “Jangan tergesa-gesa karena sesungguhnya kaum Muslimin telah berbicara tentang tenggelamnya mumi ini”.

Dia mulai berpikir dan bertanya-tanya. Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? Bahkan, mumi tersebut baru ditemukan sekitar tahun 1898 M, sementara Alquran telah ada ribuan tahun sebelumnya.

Setelah perbaikan terhadap mayat Firaun dan pemumiannya, Prancis mengembalikan mumi tersebut ke Mesir. Namun, ia masih bertanya-tanya tentang kabar bahwa kaum Muslimin telah saling menceritakan tentang penyelamatan mayat tersebut.

2.Jacques Yves Costeau, di lautan terdalam menemukan Islam

http://asalasah.blogspot.com/2013/01/5-ilmuwan-yang-masuk-islam-saat.html

Mr Jacques Yves Costeau adalah seorang ahli Oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis yang lahir pada 11 Juni 1910. Sepanjang hidupnya ia menghabiskan waktu dengan menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumenter tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton oleh seluruh dunia melalui stasiun tv Discovery Channel.

Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba Costeau menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur atau tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya. Sehingga seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.

Fenomena ganjil itu mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan.

Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim dan menceritakan fenomena ganjil itu kepadanya. Profesor tersebut lalu teringat ayat Alquran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez.

Ayat itu berbunyi: “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing”.

Kemudian dibacakan surat Al-Furqan ayat 53 : “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.”

Terpesonalah Mr Costeau mendengar ayat-ayat Alquran itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Costeau pun berkata bahwa Alquran memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Tak lama, Mr Costeau memeluk Islam.


3. Demitri Bolykov, meyakini matahari akan terbit dari Barat

http://asalasah.blogspot.com/2013/01/5-ilmuwan-yang-masuk-islam-saat.html

Sebagai seorang ahli fisika asal Ukraina, Demitri Bolykov mengatakan bahwa pintu masuk ke Islam baginya adalah fisika. Demitri tergabung dalam sebuah penelitian ilmiah yang dipimpin oleh Prof Nicolai Kosinikov, yang juga merupakan pakar fisika.

Teori yang dikemukan oleh Prof Kosinov merupakan teori yang paling baru dan paling berani dalam menafsirkan fenomena perputaran bumi pada porosnya. Kelompok peneliti ini merancang sebuah sampel berupa bola yang diisi penuh dengan papan tipis dari logam yang dilelehkan, ditempatkan pada badan bermagnit yang terbentuk dari elektroda yang saling berlawanan arus.

Ketika arus listrik berjalan pada dua elektroda tersebut maka menimbulkan gaya magnet dan bola yang dipenuhi papan tipis dari logam tersebut mulai berputar pada porosnya fenomena ini dinamakan “Gerak Integral Elektro Magno-Dinamika”. Gerak ini pada substansinya menjadi aktivitas perputaran bumi pada porosnya.

Pada tingkat realita di alam ini, daya matahari merupakan “kekuatan penggerak” yang bisa melahirkan area magnet yang bisa mendorong bumi untuk berputar pada porosnya. Kemudian gerak perputaran bumi ini dalam hal cepat atau lambatnya seiring dengan daya intensitas daya matahari.

Atas dasar ini pula posisi dan arah kutub utara bergantung. Telah diadakan penelitian bahwa kutub magnet bumi hingga tahun 1970 bergerak dengan kecepatan tidak lebih dari 10 km dalam setahun, akan tetapi pada tahun-tahun terakhir ini kecepatan tersebut bertambah hingga 40 km dalam setahun

Bahkan pada tahun 2001 kutub magnet bumi bergeser dari tempatnya hingga mencapai jarak 200 km dalam sekali gerak. Ini berarti bumi dengan pengaruh daya magnet tersebut mengakibatkan dua kutub magnet bergantian tempat. Artinya bahwa “gerak” perputaran bumi akan mengarah pada arah yang berlawanan. Ketika itu matahari akan terbit (keluar) dari Barat.


4. Dr.Fidelma O’Leary, menemukan rahasia sujud dalam salat


Dr Fidelma, ahli neurologi asal Amerika Serikat mendapat hidayah saat melakukan kajian terhadap saraf otak manusia. Ketika melakukan penelitian, ia menemukan beberapa urat saraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan suplai darah yang cukup agar dapat berfungsi secara normal.

Penasaran dengan penemuannya, ia mencoba mengkaji lebih serius. Setelah memakan waktu lama, penelitiannya pun tidak sia-sia. Akhirnya dia menemukan bahwa ternyata darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak manusia secara sempurna kecuali ketika seseorang tersebut melakukan sujud dalam salat. Artinya, kalau manusia tidak menunaikan ibadah shalat, otak tidak dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal.

Rupanya memang urat saraf dalam otak tersebut hanya memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini artinya darah akan memasuki bagian urat otak dengan mengikuti waktu salat.


5. Profesor William, menemukan tumbuhan yang bertasbih

http://asalasah.blogspot.com/2013/01/5-ilmuwan-yang-masuk-islam-saat.html


Sebuah majalah sains terkenal, Journal of Plant Molecular Biologies, mengungkapkan hasil penelitian yang dilakukan sebuah tim ilmuwan Amerika Serikat tentang suara halus yang tidak bisa didengar oleh telinga biasa (ulstrasonik), yang keluar dari tumbuhan. Suara tersebut berhasil disimpan dan direkam menggunakan alat perekam canggih.

Dari alat perekam itu, getaran ultrasonik kemudian diubah menjadi menjadi gelombang elektrik optik yang dapat ditampilkan ke layar monitor. Dengan teknologi ini, getaran ultrasonik tersebut dapat dibaca dan dipahami, karena suara yang terekam menjadi terlihat pada layar monitor dalam bentuk rangkaian garis.

Para ilmuwan ini lalu membawa hasil penemuan mereka ke hadapan tim peneliti Inggris di mana salah seorangnya adalah peneliti muslim.

Yang mengejutkan, getaran halus ultrasonik yang tertransfer dari alat perekam menggambarkan garis-garis yang membentuk lafadz Allah dalam layar. Para ilmuwan Inggris ini lantas terkagum-kagum dengan apa yang mereka saksikan.

Peniliti muslim ini lalu mengatakan jika temuan tersebut sesuai dengan keyakinan kaum muslimin sejak 1400 tahun yang lalu. Para ilmuwan AS dan tim peneliti Inggris yang mendengar ucapan itu lalu memintanya untuk menjelaskan lebih dalam maksud yang dikatakannya.


Setelah menjelaskan tentang Islam dan ayat tersebut, sang peneliti muslim itu memberikan hadiah berupa mushaf Alquran dan terjemahanya kepada Profesor William, salah satu anggota tim peneliti Inggris.
Selang beberapa hari setelah peristwa itu, Profesor William berceramah di Universitas Carnegie Mellon. Ia mengatakan:

“Dalam hidupku, aku belum pernah menemukan fenomena semacam ini selama 30 tahun menekuni pekerjaan ini, dan tidak ada seorang ilmuwan pun dari mereka yang melakukan pengkajian yang sanggup menafsirkan apa makna dari fenomena ini. Begitu pula tidak pernah ditemukan kejadian alam yang bisa menafsirinya. Akan tetapi, satu-satunya tafsir yang bisa kita temukan adalah dalam Alquran. Hal ini tidak memberikan pilihan lain buatku selain mengucapkan Syahadatain,” demikian ungkapan William.

6 jembatan cinta sorang muslim

Hak Muslim atas Muslim yang lain ada enam. Beliau di tanya: Apakah enam hal itu, Ya RasuluLLah. Beliau bersabda: Bila kamu bertemu dengannya ucapkanlah Salam kepadanya, jika dia mengundangmu maka penuhilah, bila meminta nasehat/tausiah maka nasehatilah, bila bersin lalu membaca hamdaLLah maka doakan dia, bila dia sakit maka jenguklah dia dan jika meninggal antarkan jenazahnya (HR. Bukhari dan Muslim)

Cinta adalah ungkapan jiwa. Cinta adalah kekuatan. Cinta adalah bukti. Cinta adalah memberi. Cinta adalah engkau rela menjadi abu atau tiada karenanya, seperti perkataan awan kepada hujan yang membuatnya tiada, kayu kepada api yang membuatnya menjadi abu atau lukisan pasir pada pantai yang mebuatnya hilang. Seorang petani, dia rela berpanas di bawah terik matahari agar tanaman yang di tanamnya bisa tumbuh dengan subur dan menghasilkan bulir-bulir padi atau sayuran. Seorang ibu rela bergadang semalaman untuk menunggu buah hatinya yang sedang terbaring sakit dan menangis. Semua karena cinta. Sebagaimana Allah SWT dengan sifat RahmanNya memberikan Kasih-Nya kepada semua makhluk-Nya di dunia baik ia beriman maupun kafir, dan juga sifat RahimNya kepada hamba-hambaNya yang bertaqwa kelak nanti di yaumil akhir. Syaih DR Said Hawa membagi 3 tingkatan cinta: AlMahabbatul Ula, AlMahabbatul Wustha dan Al Mahhabtul Adna. Setiap tingkatan itu masih ada tahapan dan tingkatannya lagi.

Bahasan kita sekarang adalah pada tingkatan cinta yang kedua yaitu Al Mahhabatul wustha atau cinta menengah dan hubungan antara seorang muslim dengan muslim lainnya. RasuluLLah dalam hadist di atas telah memberikan jembatan yang indah untuk memperbaiki dan merekatkan tali cinta dan kasih sayang antara sesama muslim. Dalam Alqur'an, Allah Rabbul Izzah sang pemilik cinta dan kemuliaanpun telah mengajarkan bahwa setiap mukmin adalah bersaudara. Innamal Mu'minuuna ikhwah¦.Sesungguhnya setiap mu'min itu adalah bersaudara (QS Al Hujurat: 10).

Dalam hubungan persaudaraan ini tentulah kita membutuhkan jembatan-jembatan. Dan jembatan yang akan menopang dan mengantarkan bukti cinta ini telah di ajarkan RasuluLLah. Dan ini akan begitu bermakna dan bernilai apabila kita mampu untuk melakukannya. Jembatan-jembatan cinta inilah yang tidak hanya mampu untuk menghantarkan kita pada perasaan ukhuwwah dan rasa cinta pada sesama saudara muslim kita yang sejati, tidak hanya sebatas retorika tapi sekaligus juga menopang cinta dan hubungan ukhuwwah itu sendiri.

Dengan perantara Ta'aruf (Saling Mengenal), Tafahum (Saling Mengerti), Ta'awun (Saling bekerjasama) dan ujungnya adalah Takaful (Saling Menanggung), kemudian dia akan berkembang menjadi buliran-buliran tali persaudaraan dalam bingkai ukhuwah. Dari Salamus Shadr hingga Itsar. Sungguh indah islam mengajarkan tentang nilai-nilai persaudaraan dan kesatuan hati ini. Maka menjadilah kita muslim yang paling berbahagia dengan keutamaan-keutamaan ini.

Dan (Dialah) yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman)[622]. Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana. (QS. Al Anfal: 63) [622]. Penduduk Madinah yang terdiri dari suku Aus dan Khazraj selalu bermusuhan sebelum Nabi Muhammad s.a.w hijrah ke Medinah dan mereka masuk Islam, permusuhan itu hilang.

Sub Bagian Satu.

Dan Jembatan-Jembatan Mahabbah dalam Ukhuwwah itu adalah:
  1. Menebarkan Salam.
    Seorang muslim dimanapun dia berada, tak ada batasan territorial selama dia telah bersaksi maka Rabb-Nya adalah Allahu ahad, Rasulnya Muhammad SAW dan kiblatnya adalah Ka'bah yang mulia maka ucapan salamnya wajib kita menjawab begitu jua sebaliknya adalah kita sangat di anjurkan untuk mengucapkan kalimat-kalimah keselamatan ini padanya. Salam adalah ungkapan tahiyyat/penghormatan yang pertama kali di turunkan Allah kepada rasulNya dan merupakan penghormatan para ahli surga Tahiyyatuhum yauma yalqounahu salaamuun. Salam penghormatan kepada mereka (orang-orang mu'min) itu pada hari mereka menemui-Nya iasalah: Salam. (Al Ahzab:44)

    Salam adalah ungkapan cinta pada saudara kita, ungkapan indah yang di ajarkan Rasul junjungan yang mulia maka bagaimana mungkin masih ada di antara kita yang menginginkan salam ini harus dirubah dengan cara salam yang sempit. Huyyita masa'an (Selamat sore), huyyita shobahan (selamat pagi)...sungguh jangan engkau ucapkan lagi kalimat ini. Ada salam yang sangat indah dan general setiap saat dan waktu, mendoakan keselamatan, mendapatkan Rahmat dan berkah dari Allah SWT yaitu Assalamualaikum WarahmatuLLahi Wabarakatuh niscaya engkau akan mendapatkan 30 pahala kebaikan. ((HR Abu Dawud dan Tirmidzi). Subhanallah.

  2. Menghadiri Undangan.
    Di antara jembatan cinta yang di bentangkan dalam islam terhadap saudara muslim kita adalah menghadiri undangannya. Saudara kita mau mengundang kita karena ia menyayangi kita dan masih menginginkan tali persaudaraan ini semakin erat. Ia bisa menjadi wajib bila undangan ini adalah walimatul 'ursy atau juga sunnah dan juga bisa jatuh kepada haram bila terdapat kemungkaran dalam undangan. Penuhilah undangan yang terlebih dahulu, kemudian hadirilah yang selainnya bila masih mempunyai waktu. Akan tetapi bila undangan itu harus di hadiri pada waktu bersamaan maka sampaikanlah kata maaf dengan lembut kepada saudara mulsim yang mengundang kita, semoga lain kali Allah SWT masih mengizinkan kita untuk menghadiri undangannya atau minimal bersilaturrahim ke rumahnya.

  3. Memberikan Tausiah/nasehat bila saudara kita memintanya.
    Mereka adalah kaum yang tidak merugi. Bukankah Allah sang pemilik segala kekuatan telah mengatakan dengan sumpahnya. Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al Ashr: 1-3). Yup benar sekali saudaraku...mereka yang saling memberi nasehat dan taushiah dalam kebenaran adalah kaum yang tidak akan merugi selamanya. Bukankah engkau telah memahaminya bahwa agama ini adalah nasehat. Bagi siapa? Kata para sahabat. Maka RasuluLLah yang mulia mengatakan dari celah-celah giginya yang suci. Bagi Allah, kitab-Nya, rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan kaum muslimin pada umumnya (HR. Muslim).

    Ali bin Abi Thalib pun juga mengatakan. Orang-orang yang beriman saling menasehati, sedangkan orang-orang munafik adalah saling mencurangi.

    Inilah yang membedakan seorang muslim dan munafik. Luruskan niat saat menaserhati saudara kita, sampaikan dengan keikhlasan karena Allah semata, lemah lembut dan menyampaikan secara rahasia. Seorang penyair mengatakan: Liputilah aku dengan nasehatmu dalam kesendirian. Dan jauhkanlah kepadaku nasehat dalam keramaian. Sungguh nasehat di depan orang, Suatu bentuk pencelaan yang aku tidak suka mendengarnya. Bila engkau menyalahiku dan melanggar perintahku. Janganlah engkau gelisah jika tidak mendapati ketaatan.

  4. Bila ia bersin, maka berdo'alah untuknya.
    Duhai, indah nian ajaran islam ini. Ia telah mengatur tentang hal-hal yang dianggap sepele oleh sebagian banyak orang. Saat saudara kita bersin kemudian ia memuji RabbNya yang agung, AlhamdfuliLLah, maka segera sambutlah dengan YarhamukaLLah, dan ia secepatnya akan menyambarnya dengan untain kalimah do'a yang mengharap YahdikumuLLah wa yuslihu baalakum (HR. ukhari,Abu Dawud, Tirmidzi dan Ahmad).

    Do'a adalah harapan. Dan sungguh akan berbahagia bila saudara kita begitu mencintai kita hingga kita bersin pun ia juga mendo'akan. Jembatan cinta yang ke empat ini merupakan satu di antara enam jembatan yang begitu ringan kita mengucapkan tapi bukti kita peduli dan mecintai saudara kita. Mendoakan saudara kita yang bersin adalh Fardhu 'Ain hukumnya, merupakan kewajiban fardiyah/individu bukan kewajiban kolektif/kifayah.

  5. Bila dia sakit, maka jenguk dan do'akanlah.
    Di antara yang lain dari jembatan cinta ini adalah mejenguk saudara muslim kita yang sedang sakit. Rasulullah mengatakan: Barang siapa menjenguk saudaranya yang sakit maka dia senantiasa di dalam taman-taman surga, hingga dia kembali (HR. Muslim).

    RasuluLLah juga memberikan contoh yang konkret bagaimana beliau menjenguk sahabat-sahabatnya yang sedang sakit. Kepada Sa'ad bin Abi Waqqas RA, Jabir dan lain-lain. Bila menjenguk sahabat-sahabatnya yang sakit beliau duduk sebentar di dekat kepalanya lalau meletakkan tangan beliau pada dada yang sakit itu. Inilah bentuk kelembutan RasuluLLah. Lembut akhlak dan tingkah laku beliau kepada sesama saudaranya. Saat engkau menjenguk saudaramu yang terbaring sakit, ikutilah pesan Rasul yang mulia. Berbicaralah lemah lembut terhadapnya dan jangan terlalu lama bersamanya karena itu akan membuat sakitnya semakin parah dan dia akan terganggu. Bawalah buah tangan secukupnya bila engkau mempunyai kelebihan rezeki dan bacakanlah untuknya do'a: As AlukaLLahal adziim, Robbal 'arsyil adzim aiyyasfiyaka (HR. Bukhari dalam Fathul Bari).

    Seorang penyair mengatakan: Sang kekasih sakit, maka kujenguklah dia. Akupun sakit karena kekhawatiranku kepadanya. Dan ketika kekasih datang menjengukku. Akupun sembuh sebab memandangnya.

    Al-Syahrawi seorang qadhi pengikut madzhab Hanafi juga berkata: Demi Allah, aku tidak berkunjung kepadamu. Melainkan bumi terasa dekat bagiku. Tidaklah jauh wajahku dari pintumu. Melainkan aku datang kepadamu.

  6. Antarkan jenazah saudaramu jika ia meninggal dunia.
    Ini adalah satu adab seorang muslim dengan muslim lainnya. Hingga berpisahnya ruh seorang muslim untuk menemui Rabb-Nya pun seorang muslim masih mempunyai hak untuk menghulurkan tanda cintanya pada saudaranya yang telah meninggal tersebut dengan cara mengantarkannya hingga ke peristirahatan terakhir.

    Ikatan cinta dalam bingkai ukhuwah antara seorang muslim tidak hanya terbatas pada kehidupan nyata di dunia saja, tapi juga hingga ke alam barzah dengan cara memandikan hingga mendoakan mereka untuk mendapatkan kebaikan dari Allah SWT. RasuluLLah memberikan keutamaan berupa satu qirath apabila kita mengurus jenazah saudara kita hingga menyolatkan dan mendapatkan dua qirath apabila sampai memakamkannya. (HR Bukhari, Muslim). Berapakah dua qirath itu, maka sang pecinta sejati RasuluLLah SAW yang telah membuktikan dengan cinta misinya mengatakan adalah: Seperti dua gunung yang besar.

Maka inilah enam jembatan cinta yang di bentangkan RasuluLLah SAW untuk kebaikan kehidupan ukhuwwah sesama muslim. Inilah enam kekuatan yang akan menopang dan mengantarkan kita pada bukti cinta sejati terhadap saudara kita. Tiada kebahagiaan yang kita raih dan rasakan kecuali kita mampu melihat saudara kita menyunggingkan senyum di bibirnya karena kita memikul sebagian beban hidupnya yang berat dengan amalan-amalan yang ringan ini. Merasakan jabatan erat malaikat dan mendapatkan salam dari Allah SWT karena cinta kita pada saudara muslim. Mempertautkan hati-hati kita dalam bingkai persaudaraan, merasakan keindahan berjuang di jalanNya, merasakan keindahan bertawakal kita pada Allah.

Kita bermunajat kepada Allah, semoga Dia akan meneguhkan ikatan cinta ini dengan jembatan-jembatan yang telah dibentangkan oleh RasuluLLah kemudian Dia akan memenuhi hati kita dengan cahayaNya yang tak pernah redup dan malapangkan dada kita dengan limpahan iman dan keindahan islam serta kepasrahan kepadaNya sebagaimana do'a Rabithah yang telah di ajarkan oleh imam as-Syahid Hasan Al Banna.

Sub Bagian Dua

Bagaimana seni mempertautkan hati.
  1. Menahan amarah
  2. Melenyapkan dendam dan perasaan benci di dada
  3. Mengerahkan Harga diri-Izzah dan Harta di Jalan Allah SWT.
  4. Mengemban kesalahan orang lain.
  5. Menyelesaikan Perselisihan dan mengupayakan Perdamaian
  6. Muhasabah dan Instropeksi diri.

Sekarang kita hanya bisa menyimpulkan bahwa Allah telah menyuruh kita sebagai hamba-hamba yang beriman untuk saling bersatu padu, mengatur barisan dan shaf-shaf yang rapi sebagaimana bangunan yang kokoh. Dia juga melarang kita untuk saling mengolok-olok, mencaci maki, juga bercerai berai.

Marilah kita berpegang teguh pada tali Allah SWT, seraya senantiasa bersikap lemah lembut dan berkasih sayang terhadap sesama mu'min dan bersikap keras terhadap orang kafir yang memusuhi kita. Landasan kita adalah Aqidah dan Tauhid yang satu. Tiada Ilah yang berhak disembah kecuali Dia yang Esa dan Perkasa. Tiada Rasul yang kita patuhi kecuali junjungan mulia RasuluLLah Muhammad Saw. Tiada kitab yang kita agungkan dan ikuti isinya kecuali alqur'an. Dan tiada kiblat yang kita hadapkan wajah kita kapadanya 5 kali sehari kecuali Ka'bah BaituLLah. Ketika Allah SWT menciptakan perbedaan antara kita maka yakinlah itu adalah akan menjadi seperti sebuah Taman bunga, dengan beraneka macam warna bunga akan tetapi menambah semarak keindahan dan wewangian. Sesungguhnya perbedaan yang terjadi di antara hamba-hamba yang saling mencintai, tidak seharusnya akan merusak tali kasih sayang dan tidak merubah apa yang ada dalam jiwa. Tapi justru akan menambah perasaan cinta dan mahabbah antara mereka. Kita kembalikan semua perselisihan kepada Allah dan RasulNya seraya memohon dan berharap Dia akan memberikan petunjukNya.

Ya Rabbi, bersihkanlah hati-hati kami dengan air keyakinan, siramilah jiwa kami dari telaga islam dan sejukkanlah dada kami dengan ketenangan hamba-hambaMu yang beriman.